Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Juli 2012

Anak : Tarawih dan Blackberry

ada 2 perempuan yg gue temui saat
tarawih.

yg satu, selama tarawih disimpannya
BB miliknya dalam tas mukena yg ia
bawa, hanya dikeluarkan sambil
mendengar ceramah.

yg satu lagi, menganggap tarawih tidak sepenting BBnya yg dibeli dengan uang ortunya, yg mulus bagai kaca jendela baru.
"peduli setan dengan tarawih! yg penting gue ngerumpi ama  sebelah gue sambil BB-an!" begitu mungkin pikirnya.

sungguh BB tak boleh dipegang anak
di bawah umur. sayang banyak ortu yg belum berpikir kesana!

Gue taksir anak2 aneh itu berusia tak lebih dari sepupu tertua gue... Yg usianya 10 tahun lebih muda dari gue.

Maka inilah kesimpulan gue :
Peran orangtua sungguh besar dalam masalah pemberian ponsel Blackberry pada anak2nya!

Apa alasannya?
Sebagai gambaran, kedua sepupu gue seumuran lah dengan anak2 aneh itu. Namun sepupu gue, jika ketahuan memainkan ponsel mereka (bahkan sepupu gue ga main BB) saat tarawih... Wah, tante gue dipastikan marah besar. "Wajib dengarkan isi ceramah karena itu siraman rohani!" kira2 begitulah secara garis besar.

Orang tua adalah figur yg mengarahkan anak. Ga cuma dalam hal akademik, hobi, maupun finansial, namun kebutuhan spiritual pun harus diarahkan.

Saran dari gue bagi ortu yg membaca ini : cobalah sita ponsel anak anda (JANGAN PEDULIKAN RENGEKAN MEREKA YG INGIN MEMBAWA PONSEL SAAT TARAWIH!), dan simpan di tempat aman. Berikan kembali setelah ibadah selesai.

Jumat, 21 Oktober 2011

My "Feeling". "Gift" Or Not?

@infojakarta RT @afi_licht: di museum Fatahillah-nya sendiri, bagi yg bisa ngerasa, seluruh area kecuali balkon itu ada yg nungguin lho #jkthorror


Lalu, feedback dari Tweeps lain sungguh di luar dugaan gue. bahkan sampai berbuntut share spot2 sensitif terutama di area Kota Tua :D

***

well, pertama2, gue cerita dulu apa2 aja yg gue rasain pas main ke Kota Tua...

pas 7 bulanan sama mantan, kami ke Kota Tua. pas mau foto di salah satu jendela Museum Fatahillah, tiba2 gue bilang ke mantan "gak! sebelahnya aja!" dia nurut.
setelahnya gue bilang "tau gak kenapa aku tiba2 minta pindah? di jendela tadi ada yg ngliatin"
(FYI, Museumnya lagi tutup, jadi ga mungkin ada orang kan?) → mata gue ga bisa "lihat", tapi kerasa lah, ada yg liatin

pas 1,5 taunan, kami ke Kota Tua lagi. pas di Fatahillah, itu tiang gantungan bikin merinding. Pun beberapa area di lantai 2 : ruang kerja dan kamar tidur.
Parahnya, kami menemukan sekelompok ababil rese yg MENDUDUKI PRASASTI (damn! bener2 contoh terbaik penerus yg ga bisa ngehargai sejarah!). dan di ruangan prasasti itu, ada hawa marah yg cukup menusuk siapapun yg sensitif... Ya, "mereka" sedang kesal pada ababil yg sok asyik itu, iya lah, ga pake permisi, asal dudukin aja... sama aja kayak masuk terus duduk di dalem rumah tanpa permisi kan?tapi well, kasihan mereka, kelihatannya daya pikirnya belum sampai taraf itu.Pity.
Di Museum Wayang, ada 1 area, di dekat tangga kayu, yg tembusnya ke ruangan yg ada lukisan perangnya, dan di bekas kuburan. Di bekas kuburan ga terlalu kerasa sih, lebih tenang. But overall spot sensitifnya lebih sedikit dari Fatahillah... mungkin karena dulunya gereja?

3 hari setelahnya, gue ke Kota Tua lagi, kali ini berempat. Dan thanksfully, saat masuk ke ruangan prasasti, aura yg gw rasain jauh lebih lembut. Ya, "mereka" ada, tapi tidak sedang kesal. Tenang2 aja. tentu, karena tidak ada yg seenaknya menjamah prasasti2 tersebut. syukurlah yahhh
Pas di lantai atas, yg paling kerasa adalah di kamar tidur (kayanya itu Nyonya Besar dan anaknya), ruang kerja sama ruang apa-itu di sayap kanan bangunan (kalo dari luar sayap kanan ya)
Masalahnya adalah saat di pelataran belakang. temen gue sama mantan mo liat2 penjara. gue nyusul, and... 3 meter dari pintu sel, gue langsung merinding. oh no, kayanya banyak "orang" di depan gue!. gue cuek deh, langsung ngibrit nyusul temen gue + mantan... sambil pura2 ga ngeh hawa2 berat yg bikin merinding dari sebelah kiri gue (iye, dari sel2 penjara)

***

sekarang masuk ke pembahasan.

kalo dibilang gue bisa ngerasa... ya, kadang gue bisa ngerasain "mereka". Tapi hanya sebata "merasa", ga sampe "melihat". gue cuma tahu "mereka ada" dan apakah "mereka" lagi "seneng" atau "gak seneng".
menurut bahasa gue, gue "ngerasain" aura "mereka". kalo auranya berat, itu kemungkinan ada yg nunggu. kadar "berat"nya juga macem2. makin "rame", makin "berat", tentunya.
Lalu kalo pas ada aura kayak gitu gue ngerasa tertekan, gak enak, dsb, gue mengasosiasikannya dengan perasaan kesal yg sedang "mereka" rasakan (pernah sekali terbukti, yg pas prasasti di Fatahillah itu didudukin). kalo gue "ngerasa" tapi hawanya enak, (sorta... calm. gitu deh...) gue mengasosiasikannya dengan perasaan "tenang, mereka gak ganggu, paling cuma ngawasin aja". merinding mah tetep, dan untuk antisipasi bikin "mereka" kesel, gue selalu bilang "permisi" seperti saat memasuki setiap ruangan di Fatahillah. Dan saat itu juga terbukti, hawanya lebih tenang dan enak. ada sih ada, tapi "mereka" lebih tenang... seems "mereka" sesungguhnya senang jika ada yg berkata permisi dulu. well, jadi harap dicatat, sopan santun itu memang penting

Gue masih belom tau, apakah ini termasuk "gift" atau bukan. Kalo ditanya dari kapan gue bisa rasain, gue akan jawab ga tau. Emang paling kerasa bgt itu sejak kuliah... ya gimana gak, ke Kota Tua aja dulu sering, dah gitu tiap hari berangkat lewat UI... Ui punya banyak spot sensitif juga lho. Tapi yg bener2 sensitif sampe bisa kerasa ama gw hanya beberapa, lainnya... mungkin karena terlalu luas jadi gue juga kesulitan nge"rasa"innya (berasa kayak sensor Yoki-nya Claymore... oh, Galatea ♥w♥)

"Gift" or not, gue sangat berterimakasih pada Tuhan, karena dengan kemampuan ini gue bisa menjadi lebih awas dan bisa menghindari rute2 "sangat sensitif" kalo jalan malam hari.
Alhamdulillah yah---

Selasa, 15 Februari 2011

Definition of Beautiful

...Apa sih cantik itu?

Menurut iklan di TV, cewek itu "cantik" jika :

  1. KULITNYA PUTIH
  2. rambut lurus sepinggang
  3. kaki jenjang mulus, badan bersih dari bekas luka
  4. selalu memakai dress mini (maksimal midi deh)
  5. HIGH HEELS
tapi tahukah kawan, bahwa yg benar2 memenuhi syarat ini hanyalah boneka saja?
juga bahwa dengan 5 kriteria di atas, kita secara ga langsung sama aja dengan orang2 bego yg jalanin Politik Apartheid dulu?
iya dong, kalo kemakan abis ama iklan, mindsetnya pasti gini :

CEWEK YG KULITNYA GAK PUTIH ITU JELEK, DEKIL, KOTOR, dst dst


Nah, karna gamau dibilang jelek, dekil, lalala, maka cewek2 berlomba2 mutihin kulit, pokoknya sampe seputih porselen!!!

padahal...

taukah kawan, kulit putih sebenarnya lebih rentan terhadap kanker kulit daripada kulit berwarna? itu berdasarkan sebuah penelitian lho, dan yg mereka bandingkan adalah yg warna kulitnya udah bawaan. yg bawaan aja begitu, gimana kalo yg dipaksa putih dgn lotion, atau mungkin lebih parah seperti pemutih-kulit-impor-dari-****-dan-******-yg-ga-kejamin-kualitasnya???

lalu... atas dasar apa rambut-lurus-sepinggang dijadiin standar "cantik"? kalo kayak gitu mah, mbak Kunti ama mbak Sadako bisa kita bilang cantik dong! terus buat apa juga majalah2 remaja ngasih alternatif gaya rambut pendek n sebahu-sepunggung? dan kalo emang rambut lurus = cantik, orang ga bakal perlu pengeriting rambut!

talk about pengeriting rambut dan catokan, kan sekarang udah ada nih yg lebih murah n sangat handy jadi bisa dibawa kemana2... cuma, gimana sih efek dari keseringan dicatok?

- kering
- rambut bercabang
- kusut ( susah disisir )
- kasar
- kusam

maka pikir2 selalu ketika mencatok. jangan mentang2 LAGI NGE-TREND terus nyatooooooooook terus. siap2 kehilangan rambut Anda yg tadinya indah kalau begitu. dan selamat menangis.

kaki jenjang mulus.
...pembahasannya akan gue gabung dengan high heels.

badan bersih dari bekas luka. dengan logika yg sama, cewe dengan tangan kasar karna sering bebersih rumah n memasak ga akan diterima pergaulan. hell, it's stupidity again. inget iklan TV yg jelas2 ngasih liat gimana ada 2 cewe goblok yg segitu malunya cuma gara2 baretan tipis di mukanya? (itu juga baretan boleh make up) itu ngajarin cewe untuk selalu parno terhadap luka. padahal, ya ampun, kalo cuma baret mah, diemin aja seminggu, ato kalo perlu diplester, ntar juga kering! paling2 cuma menghitam dikit itu keropengnya! bukan kiamat kan???
...gue sendiri dari kecil ga pernah tuh ngerasain badan mulus. well, kulit gue sensitif n katanya sih darah gue juga manis, so, pantangan dilanggar dikit atau kalo gue stres dikit, langsung deh kaki gue jadi berstoking polkadot.
apakah gue minder? tidak.
justru gue berterima kasih, karna "stoking polkadot" ini sudah membuka mata gue bahwa definisi "cantik" tidak terbatas hanya pada badan mulus semata.


lalu, soal atribut. kayanya segala yg mini selalu mendefinisikan kecantikan dan keimutan sementara something maxi selalu mendefinisikan "introvert", "gak gahul", dan "merepotkan"
really?
those who think likethat are sooo... pathetic.
see these :





yea, itu gue, main Dance Dance Revolution dengan rok panjang. dimana kalo cewe lain yg main, mereka bakal ngangkat rok seragam mereka yg tadinya diatas mata kaki sampe hampir selutut.
sangat tidak praktis dan mengundang hidung belang.
gue jujur aja, bercita2 memotret betis2 mulus itu dan mem-publish foto2 tsb entah di FB atau di blog ini.

nah, gue rasa ga ada alasan tuh buat cewe untuk menjauhi rok / dress panjang. malah guerasa mereka akan terlihat lebih feminin dan anggung daripada something mini/midi.
repot? repot kata anda? silakan nonton video gue. apakah gue keliatan repot? oke, FYI, gue kemana2 selalu pake rok panjang, ya tentu saja, termasuk saat dimana gue harus lari2 (ngejer bis), loncat (turun bis, ada lubang di jalan), etc. menghalangi? no!
it's all about mindset, dude.

kemudian : HIGH HEELS!
untuk sebagian cewe, ini adalah syarat mutlak agar kaki terlihat jenjang... apa pula gunanya?
kaki jenjang tapi paha selulitan, sama aja malu kan?
kaki jenjang tapi tulang kekurangan kalsium karna kurang support buat nahan berat tubuh, sama aja nyakitin diri kan?

dan HIGH HEELS!!!
untuk beberapa cewe, ini adalah MONSTER. monster! hell yeah, dude.
i'll tell ya, jika suatu saat anda merasa sakit terutama pada bagian paha atau lutut... rasanya seperti otot ketarik, maka sudah saatnya anda menyalahkan high heels kesayangan anda.
karena jelas dan sederhana saja : emang gak cape makenya? HIGH HEELS = maksa kaki jinjit!!!
sebentar aja udah cape, gimana kalo dipake seharian, muter2 mall, belanja, dsb dsb? NYIKSA, kawan.
lagipula, udah banyak kok, flats dengan desain yg imut untuk menunjang penampilan, yg tentunya lebih aman dipakai, tentu masih harus memperhatikan ukuran kaki dan bahan sol (say no untuk sol-licin).

***


in the end, sekali gue tanya :
"Apakah definisi cantik?"

gue akan jawab sepenuh hati :
"Bangga akan diri sendiri, tetep PD dengan badan sendiri, dan menerima kekurangan fisik sendiri."

that's it. so simple guys! ♥

and always remember this :
♥ Yourself, Respect Yourself. and You'll find Pride.

Rabu, 26 Januari 2011

One Inspiring Character : Sho Kazamatsuri (Whistle! - Daisuke Higuchi)

Gue pengen seperti :

...Karena dia sadar akan kekurangan dalam dirinya dan terus berusaha untuk mengubah kekurangan tersebut menjadi kelebihan. Ga kenal kata "nyerah", dan mau belajar dari siapapun.

Kamis, 30 Desember 2010

One Inspiring Song

kali ini, gw cuma ngepost satu lagu yg buat gw liriknya inspiring banget.

Sabtu, 13 November 2010

Pengetahuan Adalah Cobaan Tuhan

Bayangkan
Saat anda memiliki pengetahuan berlimpah
Saat anda mengetahui
Yang belum tentu diketahui yang lain

Bagaimana jika anda seperti itu?

Anda bisa saja
Menjadi seorang superior
Merasa diri berada di atas orang lain
Memandang rendah orang lain
Memamerkannya pada teman dan kerabat

Hai kawan,
Andai anda tahu
Bahwa sikap itu
Tak lain hanya kesia-siaan belaka...

Atau mungkin
Anda juga bisa
Menganggapnya tak pantas untuk dibanggakan
Karena menyadari
Bahwa dirinya tiada berarti
Jika Tuhan tiada melimpahkan kelebihan pengetahuan itu
Pada dirinya

Hai Kawan,
Lihatlah
Berapa wajah yang masam
Berapa hati yang jadi hitam
Karena kecerobohan anda
Dalam memamerkan pengetahuan anda itu?

Hai Kawan,
Ingatlah
Tuhan melebihkan pengetahuan anda
Bukan untuk menggelembungkan kepala anda
Melainkan
Untuk mengingatkan anda
Bahwa kelebihan anda
Adalah untuk membuat senyum terkembang bangga

Minggu, 31 Oktober 2010

My Disturbing Experiences

Kemaren pas tes Rorschach, pas kartu 2, entah kenapa gw ngeliat itu sebagai "korban mutilasi"




kenapa ya? gatau juga, heuh.
apa karna kemaren gw ngeliat accident di jalan?
ah bingung -_-

talk about accidents, sampai sekarang ini gw udah liat 2 kecelakaan kendaraan bermotor.

paling baru sih, Jumat 2 minggu lalu (pasnya tanggal 22 Oktober 2010 kemaren)
pas itu gw berangkat kuliah. nah pas baru lewatin jembatan UI *gw mampir ke kober, so keluar lewat gerbatama* tau2... macet?

"oooh shi*, pasti angkot pada ngetem didepan ST apa-itu-namanya-gw-lupa" mulanya sih gitu pikiran gw...
tapi... ngetem jam 10 kurang?! kok???
nah pas gw ngeliat jalan, langsung deh keliatan : genangan darah di jalan raya
glekh!
but, no, gw ga teriak kayak di shitnetron2 yg asli konyol bgt, liat darah dikit langsung jerit lah :p
terus pas majuan dikit, keliatan ada 2 motor tergeletak di pinggir jalan, disandarin ke trotoar gitu. olinya ngocor dari tangkinya :o
uz usut punya usut, publish2 di kaskus di RD ama di thread kampus, akhirnya gw tau kalo kejadiannya itu 2 motor ciuman gara2 salah satu motor melanggar lajur.
satu motor vixion, satu motor supra x. ada yg velgnya kena, ada yg bodi depannya ancur. ada yg stangnya kena... ahahaaha lupa
malah temennya temen gw kena ampas tabrakan




naaah pas liat genangan darah itu gw inget gw pernah liat hal yg mirip2 gini dulu...

***

pasnya waktu kelas X. pas gw berangkat sekolah.
naik ojek, ngeng ngeng
eeeeh sampe sebelum cemerlang (sekarang RM Ampera)kok ya macetnya stuck... HAAAAA MANA UDAH MAU TELAT PULAAAAA gawat2!
nah abang ojek ambil inisiatif motong lajur... banyak juga yg begitu, n kayanya mobil2 di lajur sebelah juga "pengertian" (baca : lajurnya sepi hehehe)
naaaah pas kembali ke lajur yg seharusnya, yg gw lihat adalah...

sosok anak (karna bercelana seragam merah) yg ditutupin kain, genangan darah, dan...
errrr... itu ada sepotong kecil putih kemerahan itu apa yaaa...

oke, skip it.
setelah baca koran esok harinya, ternyata kejadiannya adalaaah
ojek yg bernasib naas karena menghindari lubang di jalan rusak di cinere raya. jadi tuh ojek nginderin lubang, oleng, uz jatuh.
abang ojeknya gpp. tapi ada satu anak yg kelempar ke jalan raya dan... terlindas bus Dephan.

so, "potongan kecil" yg gw liat itu... dari bagian yang remuk? something from his... head?

***

apa ini ya yang mempengaruhi respon gw pas tes Rorschach kemaren? TAPI KENAPA HARUS KORBAN MUTILASI JUGA? *shock*

btw, kabar jalan cinere raya sekarang, di TKP udah alusan, itu juga LAMA SETELAH tuh jalan minta tumbal.
maka pikiran naif gw berkata : "haruskah kita menunggu korban jatuh sebelum bergerak?"

Kamis, 03 Juni 2010

Lack of Initiative

tadi abis dimarahin *abis2an* ama si Nyonya
gara2 apa? si 2600C punya gw jadi korban kebrutalan gw *ciah* entah yg keberapa.
nah disinggung juga betapa gw kurang inisiatif... *biasa kalo Nyonya ngamuk mah merepet kemane2...*

gw pun mikir : why?
dan ga perlu waktu lama buat ngejawab.
apa itu?

gampangnya sih karena dari dulu emang si nyonya demen bgt marain gw
berantakan dikit? Nyonya will say : BERESIN!!! SEKARANG!!!
kotor dikit? BERSIHIN!!! NOW!!! ADUH, ITU MASIH ADA DEBU!!!

*penggunaan huruf kapital untuk mempertegas kesan marah*

itu belum termasuk merepetnya yg kesini-lah, kesitu-lah... kemana2-lah...

apakah itu dari gw kecil? YA.

dari umur 3 taunan ampe sekitar 6 taun? ho-oh.

setelah baca2 teorinya eyang Eriksson di buku hade alias Human Development, gw berkesimpulan :
selama periode 3-6 tahun itu gw termasuk gagal mengembangkan inisiatif dalam diri gw... ya karna kotor dikit-berantakan dikit langsung dimarahin itu...

kok bisa nyimpulin gitu?

oke, gw jelasin : usia 3-6 tahun menurut perkembangan psikososial eyang Eriksson adalah periode "inisiative vs guilty". dimana individu belajar mengembangkan inisiatif dalam mencoba hal baru dan tidak terbebeni rasa bersalah. kalau si individu sukses melewati tahap ini, hikmahnya adalah individu dapat menentukan tujuannya sendiri.

nah, back to story, efek dari rajin dimarahin itu adalah gw selalu takut nyoba sesuatu yg baru. gw takut, ntar kalo salah dimarahin... ntar kalo ga sesuai harapan bakal dimarahin... dan bla-bla-bla-alasan lainnya.

sometimes, gw benci ama diri gw yg begini...
tapi apa gw diem aja n biarin diri gw dijadiin bulan2an si nyonya terus?
wah bisa2 jadi perawan tua entar gw! GAMAOOOoooooo

gw ingin berubah.
namun di satu sisi gw takut berubah.
bukan, bukan karna gw takut menjadi dewasa...
gw lebih takut pada prosesnya...
gimana kalo gagal? gimana kalo ga sesuai harapan? *harapan gw, kalo harapannya si nyonya mah ketinggian*
gimana ini? gimana itu?
secara kalo gw "kepeleset" dikit si nyonya langsung ngamuk2 n ngedaftar kesalahan gw n bikin asumsi berdasarkan su'uzon-nya semata.
gimana kalo gw "kepeleset" saat gw dalam proses untuk berubah?

argh... I hate those questions... but... yeah, gw bertanya2 terus tentang ini...
sambil menjalani hidup gw n berusaha beradaptasi dengan perubahan itu, gw selalu bertanya seperti diatas...

Am I just too afraid buat ngejalanin suatu proses?

source : Human Development bab 1

Jumat, 12 Maret 2010

Mengapa Bunuh Diri? Mengapa Mengancam Akan Bunuh Diri???

Baru-baru ini, topik bunuh diri menjadi perhatian gw. Padahal gw tau banget topik "tren terjun bebas di mall2 mewah berlantai diatas 3" udah lama lewat. Ask why?

simpel sih, ada yg caper ama cowok gw (ga ngaca, status dah mantan juga... swt), tapi sok lah, pake ngancem2 mau bunuh diri segala...

Trust me, ini BUKAN SINETRON.

mengesampingkan keinginan gw buat namparin dia-tarik lepas jilbabnya-maki2 dia (dengan resiko bakal dikira gw adalah bintang terhemeheme... iye emang lebay, tapi jujur gw sempet pengen gituin dia... hohoho), gw pun berpikir:

Kayanya bunuh diri dah dianggep mainan kali ye, sampe2 dijadiin alesan buat ngancem orang...
Segitu mudahnya seseorang ngelempar statement "gue-mau-bunuh-diri" atau "gw-minum-racun-tikus-yeh-kalo-loe-ga-mau-menuhin-permintaan-gw"
Kenapa dah ampe segitunya???


ya, kenapa sekarang statement "mau bunuh diri" kesannya dijadiin mainan?

dalam pikiran naif gw:

apapun alesannya, bunuh diri itu ga bisa dibenerin. Apapun tujuannya, kalo ngancemnya mau bunuh diri mah yg ada orang ilfeel...

sumpah, gw heran banget. Sementara di luar sana?

mereka yang menderita sakit parah, menyesali kesalahan2 mereka, dan berharap Tuhan memberikan tambahan waktu bagi mereka, tambahan umur bagi mereka, agar mereka menebus dosa2nya, agar mereka bisa punya waktu lebih banyak untuk orang2 yang mereka sayangi...

mereka, walau berharap "ingin mati saja", namun masih ingin mengubah hidup mereka, agar bisa menghabiskan waktu layaknya orang2 normal... padahal mereka sudah mencoba mengakhiri hidup mereka!
(kesimpulan ini gw dapet setelah nonton film tentang anxiety disorder di kelas Psikologi Abnormal dan Psikopatologi hari Selasa kemarin)

mereka yang sekarat, berharap agar diberikan waktu tambahan agar bisa menebus dosa2nya...

mereka yang menjadi korban bencana, ga pernah tuh berharap bunuh diri, padahal keluarga dan harta yang udah dikumpulin susah2 ILANG. ludes semua...

mereka yang sedang ulang tahun. Semua orang yang mengucapkan padanya selalu berharap agar dia diberi umur panjang (dan berkah)


begitu banyak orang yang susah, begitu banyak orang yang memohon tambahan waktu hidup, begitu banyak orang yang mendoakan orang lain agar panjang umur... tapi... ORANG SEPERTI INI?

dia malah menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan padanya!
betapa egoisnya!
betapa sombongnya!


ya, orang yang menggampangkan urusan bunuh diri seperti ini adalah orang yang sangat memikirkan diri sendiri.

Apakah baginya, orang lain menderita tidaklah masalah, yang penting apa yang dia mau terpenuhi, yang penting dia tidak ikutan menderita?

***

gw coba menjawab ini sendiri...

♠ kenapa sekarang statement "mau bunuh diri" kesannya dijadiin mainan?

IMO, orang itu pikirannya sempit. sangat sempit. mereka tidak melihat alternatif lain yang lebih baik. Atau mungkin mereka tau tapi... entah karena sudah gelap mata jadi pura2 ga tau atau ada alasan lain...

dan orang2 yang menggunakan statement ini sebagai ancaman, IMO mereka tipe2 orang yang obsesif... sangat sangat sangat terobsesi untuk mendapatkan apa yang mereka mau...

in my case, cewe itu, si lebah (baca postingan2 gw disini (klik), disini (klik) dan disini *klik*), menggunakan statement ini sebagai ancaman untuk cowo gw biar cowo gw nurutin n ngabulin apa yg dia mau...

♫ Apakah baginya, orang lain menderita tidaklah masalah, yang penting apa yang dia mau terpenuhi, yang penting dia tidak ikutan menderita?

so pasti begitu... orang yang make statement ini buat ngancem, mana peduli mau orang lain menderita kek, susah kek, ya pokoknya asal dia hepi... asal keinginannya terpenuhi... asal dia puas!

***

kalau kalian depresi, pikir!
☺ depresi karena ga gaul, dikerjain seisi sekolah/kampus terus? coba ngaca... tanyakan diri loe sendiri, "kenapa gw sampe digituin?" kemudian sedikit demi sedikit buka diri dong, tunjukkin ke dunia kalo loe juga bisa bergaul...
☺ depresi karna ujian jelek terus padahal udah belajar pol2an? coba liat lagi cara belajarnya... cara belajar ga cuma 1-2 loh...
☺ depresi karna kehabisan duid? work hard, pray hard, please... God always hear you...
☺ khusus cewe: depresi karna kehilangan "mahkota" (being rape victim)? I know, itu emang bener2 berat. But, please... don't ever think untuk memutus benang kehidupan loe... kenapa loe masih dikasih kesempatan hidup? untuk berpikir! Jadi daripada bunuh diri, mendingan bertobat deh... kemudian camkan pada diri sendiri: jangan pernah melakukan kebodohan yang sama...

kalo emang hopeless, pikirin mereka yang sekarat... dan inget, "waktu" loe gak mungkin n gak akan pernah bisa diberikan ke mereka... "waktu"mu adalah milikmu... ga bisa dimundurin, n ga bisa diberikan ke orang lain...

gimana dengan yg gampang bener lempar-statement-bunuh-diri pas ngancem orang?

sebenernya sih silakan aja, paling ya as I said, yang ada orang ilfeel... kecuali kalo itu orang lemah kemauan ya, yg dijamin bakal nurutin mau loe... tapi yaaa... kayanya susah juga nyari yg kayak gitu... apalagi cowok! logically, they will think "what the hell ama ni cewek???"

***

kalo loe mikir mau bunuh diri... apa manfaat yg loe dapet? Nothing.
kalo ruginya?

☻ ga bakal punya kesempatan untuk bertobat n menebus dosa2 yg telah dilakukan. gimana mau tobat kalo dah mati duluan?
☻ nyusahin! nyusahin keluarga, temen, n lingkungan sekitar... terutama segi finansial dan emosional... (finansial: beli kain kafan dsb, emosional: dikira sedih itu ga nyusahin???)
☻ bunuh diri menyelesaikan masalah? yg ada malah bikin masalah baru. yg ada malah dicap pengecut karna lari dari masalah...

itu 3 diantaranya... masih banyak yg lain kayak: dosanya gede, dijamin sakit pas prosesnya, dsb.

***

So, masih mikir pengen bunuh diri? pikir lagi ribuan kali! Kita ga bisa ngubah yg udah terjadi tapi kita bisa ngubah yg akan terjadi!

Dan buat yg suka ngancem bakal bunuh diri kalo maunya ga diturutin, pikir! buka mata! All you did is sucks and selfish!!!

Rabu, 27 Januari 2010

Intermezzo - Pojok Teriak 1

gw bner2 ngarep tu cewe ga ganggu lagi!!! loe mo jungkir balik kek, mo mokat kek, ato apa kek, TERSERAH, GUE GAK PEDULI!!! asal GAK CURHAT KE MANTAN LOE YG DAH JADI COWOK ORANG!!!
SHIT.

gw tau, gw emang pengecut, dan itu cewe SANGAT PEMBERANI.
bayangin. jari keiris piso aja gw jerit2.
gw takut ketinggian.
nyium bau baygon aja gw eneg.
pake dasi aja gw ga betah.
kecipratan minyak panas aja gw kabur.
gw ga akan seberani cewe2 yg pikirannya dikit2 suicide. That's ABSOLUTELY true.
selamanya, gw tetep si pengecut yg ga bakal berani bunuh diri...

tapi...
gw masih inget...
dosa gw itu segunung...
ya, tanpa harus ditambah gw melakukan bunuh diri aja dah gede...
gimana kalo gw bunuh diri?
aduh, bisa2 disuruh masuk neraka langsung gw...
en jelas gw takut...
gw ga yakin bisa tahan terhadap siksa neraka...
wong disundut api rokok aja gw dah mengaduh, sakit...
gimana kalo kena api obor?
apalagi api neraka?

yah, itu aja sih alesan yg bikin gw pengecut...
gw masih belum siap bertanggung jawab atas apa yg udah gw lakuin di hadapan Tuhan...
tapi serius, gw KAGUM BANGET ama tuh cewe...
yg udah YAKIN ABIS ama amal perbuatannya...
ya kalo udah yakin ya simpel. just do it...
kalo dia ternyata pengecut kayak gw, ya lebih simpel. don't do it!
just take it or leave it, yo.
cuma, satu, GA PERLU NGEREPOTIN ORANG LAEN JUGA DONG!!!

Senin, 14 Desember 2009

Pekerjaan Paling Mudah Di Indonesia

Apakah itu?
Tak lain tak bukan adalah...
Jadilah politisi atau anggota dewan.

Mengapa begitu?
Karena tak perlu status tinggi secara akademis.

Hanya diperlukan mulut yg luar biasa besar.

Kemudian otak pas2an.

Lalu kemampuan persuasi lewat full bacotan.

Tentu saja kemampuan membacot ini juga sangat diperlukan
agar pendengarnya dapat dibodohi.

Tak lupa wajah dan gesture tubuh yg meyakinkan,
agar makin mudah menipu audiens.

Oh, dan beberapa kosakata sulit nan baku juga diperlukan.
Agar tampak kesan pandainya.
Dan juga untuk membodohi pendengarnya.

Dan tak lupa kemampuan bicara melantur nan bertele2.
Agar dipandang jago berpidato dan berbahasa.

Terakhir, jangan lupa pakaian resmi.
Blus, blazer, kemeja, celana atau rok bahan, dan pantofel hitam.
untuk menguatkan kesan berwibawa.

Bagaimana, mudah bukan?
Anda tertarik mencoba?

Rabu, 25 November 2009

The Chosen Way

Rasanya seperti sedang berdiri di atas tebing.
Jauh di depan sana ada sebuah tebing lain. Kedua tebing itu dipisahkan oleh jurang yangg sangat dalam.
Aku memandang tebing di seberang. Cukup jauh untuk kulompati.
Jarak antar tebing itu sangat lebar...

Dari belakang, terdengar suara memanggil2
"Jangan nekat! Jangan coba melompat ke seberang! Tetaplah disini bersama kami! Di Neverland ini, kau akan bahagia."
"Tapi dunia ini begitu luas, tak hanya tempat ini... Aku ingin pergi dan melihatnya..." ucapku.

Salah satu dari mereka, yang tampaknya paling tua usianya, berkata,
"Aku sudah melihatnya. Terlalu menjijikan, bagai sampah styrofoam yg tak habis dicerna bumi. Dan sampah selamanya tetap sampah. Menjijikan. Hanya bisa merusak. Itulah keadaan di luar sana."
"Itu katamu. Bagaimana kau mengharap aku akan mengalami hal yg persis sama denganmu? Aku berbeda denganmu!" jawabku.

Yang paling emosional dari mereka berkata,
"kau akan menjadi perempuan jalang jika pergi kesana!"
tidak kugubris. Bagaimanapun, itu hanya ucapan konyol dari seseorang yang tidak berpikir.

Yang paling "Ratu Drama" berkata,
"Bukankah aku sudah berbuat begitu banyak untuk menyenangkanmu? Aku sudah begini banyak berkorban dan ini balasanmu?"
Juga tidak kugubris.

Yang paling muda menjerit, sumpah serapah, caci maki, dan hinaan keluar dari mulutnya.
Peduli amat.

Aku berjalan mendekati mereka.
"Aku tak peduli kalian akan melecehkanku, menghinaku, atau semacamnya. Karena temanku bukan hanya kalian! Kalian hanyalah penghuni Neverland yang statis, menolak perubahan dan melecehkan orang yang mau menerima resiko berubah! Sekarang lihatlah, akan kugapai tebing di seberang sana!"

Sambil berkata begitu aku berbalik dengan cepat, dan berlari menuju pinggir tebing, mengambil ancang2 melompat.

Kemudian aku melompat! Aku menyongsong tebing itu. Namun...

Kakiku tidak sampai.

Aku jatuh.

"Tidak! Aku tak akan biarkan berakhir disini! Aku masih ingin melihat luasnya dunia!" jeritku dalam hati.

Tiba2 aku berhenti di udara, dan sesaat kemudian melayang kembali ke atas.

Kutengok punggungku.

Sepasang sayap putih berkilau tumbuh di punggungku.

Ya. Inilah jawabannya. Bila sudah berniat dan berusaha mewujudkannya sungguh2, selalu akan ada bantuan datang.

Aku melesat terbang ke atas. Saat kakiku sejajar dengan tebing, kulihat wajah2 terkejut dan tidak percaya para penghuni Neverland. Apakah mereka tetap melecehkan? Entah. Aku sudah tak peduli. Aku berbalik dan mendarat di tebing seberang.

Kini, aku siap menyongsong dunia luas itu...

Aku siap untuk menghadapi dunia baruku.

Karena inilah jalan yg telah kupilih...

Selasa, 24 November 2009

Kembali ke Yang Absolut

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga mental agar tetap sehat.
Dari semua cara yang ada, ada sebuah cara yang sederhana untuk diucapkan, namun untuk melakukannya diperlukan kemauan yang kuat.

caranya adalah: Kembali ke Yang Absolut

Absolut disini tak lain tak bukan adalah Tuhan.

Yap, dengan berpegang pada Tuhan, kita tidak akan pernah kehilangan arah.
Coba bandingkan dengan berpegang pada orang lain… bila orang tersebut pergi?
Kita akan merasa hilang arah.
Sedih berkepanjangan.
Depresi.
Lepas kontrol.
Bad mood.
Destruktif.
Bahkan berpotensi mengakibatkan gangguan mental.

Mau contoh?
Seorang yang menjadi gila karena cinta yang tidak tersampaikan.
Perbuatan menghancurkan sesuatu.
atau lebih sederhananya: Pembunuhan.
Bukankah banyak pembunuhan terjadi disebabkan oleh tidak terpenuhinya suatu kebutuhan?

Apa yang kira-kira dipikirkan oleh para pelaku perbuatan tersebut ya?
tak lain adalah:
AKU HARUS MENDAPATKAN APA YANG KUINGINKAN
tak peduli bagaimana caranya? Ya!

Bila keinginan tidak beralaskan pada Yang Maha Mengabulkan, maka keinginan tersebut selalu menuntut pemuasan, bahkan kalau perlu menghalalkan segala cara.

karena itulah, angka pembunuhan di negeri kita naik. Begitu pula dengan angka korupsi, kolusi, konspirasi, dan perbuatan melanggar hukum lainnya. semua naik karena hal ini.

Ya, mereka lupa bahwa semua yang mereka kejar, dan apa yang mereka jadikan pegangan, semua itu adalah fana.

Karena itulah, saat apa yang mereka pegang itu berlalu…
akibatnya bisa sangat fatal.

karena itulah, yang harus diubah disini adalah mindset individu.
bolehlah mengejar kesenangan dunia, tapi tetap harus berpegang pada Yang Memiliki Dunia itu sendiri, yaitu Tuhan.

caranya bagaimana?
simpel. Jangan lupa bersyukur setiap mendapat hal yang menyenangkan maupun menyedihkan.

Saat ada yang memberatkan, cobalah bicara pada-Nya. Layaknya curhat pada seorang teman. Layaknya curhat pada buku diary. cuma… ada tambahan keuntungan, yaitu dijamin curhatan kita tidak akan bocor. Dan pasti Tuhan akan menunjukkan jalan keluar yang terbaik untuk kita. Sesakit apapun, tetapi hasilnya adalah yang terbaik untuk kita.

Seperti kata Leo Tolstoy: Tuhan tahu, tapi menunggu.

Ya, Tuhan tentu tahu. namun Dia menunggu, sambil merangkai balasan yang pada waktunya akan Ia kirimkan kepada manusia.

Karena itu, dengan berpegang kepada Yang Absolut seperti Tuhan, manusia tidak akan kehilangan arah. Walaupun ada saatnya mereka jatuh, namun selama manusia tetap berpegang pada Tuhan, mereka akan tetap yakin bahwa mereka dapat melewati masalah apapun yang mereka hadapi.
Bila hal itu dapat diaplikasikan dalam seluruh aspek kehidupan, niscaya mental kita senantiasa terjaga kesehatannya.

Sumber: http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/back-to-the-absolut/ (original post from me)

Minggu, 22 November 2009

Kenapa Kamu Berubah?

KULIAH INI MEMBUNUHKU!!!

bukan, itu bukan potongan lirik lagunya de'masip yg baru...
itu adalah jeritan hati seorang gadis (jiah bahasanya) yg merasa hectic gara2 tugas kuliah yg never ending. Mending paper semua, ini? makalah!



anw, nothing special these days... hmmm kecuali sebuah pertanyaan yang terasa menggelitik buat gw...

kalo dihina ama orang yg loe kenal, gimana perasaan loe?


gimana? gimana yah?

kalo dijabarin kira2 bakal gini:

reaksi alami
jelas kagetlah, manusia mana yg ga kaget pas dikatain?

kemudian...
yaaaa pikir2 aja kayak gini:

dia kenal ama gw dah berapa lama?
selama kenal, intensitas bicaranya tinggi atau tidak?
saat bicara, siapa yang mendominasi?

pada akhirnya, akan didapat konklusi sebagai berikut:
yg ngatain berarti ga kenal ama kita.

oke, udah kenal cukup lama... tapi seberapa sering ngobrolnya?
kalo ngobrol siapa yang lebih mendominasi?
ini poin pertama yang peru diperhatikan.

poin kedua,
balik ke cara orang mengapresiasi.
oke, dia bisa nilai kita dari apa yg dia lihat ada di kita.

tapi apa anggapannya itu memang sesuai dengan diri kita?

ingat, yg paling tau diri kita ya... kita sendiri


biasanya, kalo ada konflik ama temen, si temen itu paling minimal bakal ngeluarin kata2 kayak gini:

kok sekarang loe kayak gini sih, loe yg dulu yg bla-bla-bla itu kemana?


Harapan si teman : kita tersentuh, mikirin ucapan si teman, dan kembali ke diri yang dulu, yang belum tentu bikin kita nyaman.

Terus gimana dong?
diemin aja, ato iya2in aja
padahal masuk kiri-keluar kanan...

mikirnya gini deh, yang namanya manusia itu ga bisa dan ga akan pernah bisa memuaskan semua pihak.
karena itulah, di satu sisi manusia berusaha memuaskan orang lain dengan sikapnya, dan pada saat bersamaan, manusia juga menemukan dan mempelajari hal-hal baru yang kemudian mempengaruhi sikapnya itu.

nah, yang namanya perubahan, pasti akan memicu pro dan kontra.

yang pro akan bilang

gue seneng liat loe sekarang, lebih menyenangkan


yang kontra akan bilang

kok loe berubah sih? mana loe yang dulu? yang bla-bla-bla...


sekarang pilihan kembali pada kita. kalo kita merasa perubahan yang terjadi pada diri kita adalah positif, ditambah lagi komentar orang2 dekat kita (dalam artian teman dekat atau sohib, yaaaa yang sering ketemu and chit-chat atau tukar pendapat lah), kenapa harus takut pada yang kontra?

ga perlu takut, mereka yang kontra tidak akan pernah setuju melihat perubahan kita karena mereka menganggap kita "menjauh" dari mereka.
Biasanya, mereka akan mencari objek pelampiasan kesalahan dari kita.
Peduli? Tak perlu.
Karena itu berarti mereka yang kontra tidak sepenuhnya mengenal diri kita.

Untuk remaja, hal ini sering terjadi.
Mungkin penyebabnya adalah apresiasi pihak kontra terhadap diri kita dengan menggunakan pandangan yang egosentris (berpusat terhadap diri, dalam hal ini, diri pihak kontra).

Solusi?
Perluas hati, lapangkan dada. Dunia tidak berputar mengikuti kemauan kita bukan?
Bila ada temen yang "tau2 tampak berbeda", ya jangan langsung dikontra, jangan malah keluarin jurus "kok-kamu-sekarang-begini-?"
biasanya, kalo menerima jurus begitu pasti bakal kesel kan?
kita akan mikir: "Siape loe?"
Terus gimana?
enaknya mending diterima aja... kalo terasa negatif ya baru diomongin.

Nah, ngomongnya juga ada seninya...

  • ga boleh pake ego
  • ga boleh nyari kambing hitam
  • ga boleh straight to the point
  • liat mood!!!
  • kalo bisa dibawa rileks aja, santai. Boleh juga dibuat pertanyaan ringan, kayak angin lalu gituh.


Naaah, kalo 5 syarat itu bisa kita penuhi, Insya Allah ngobrol2 ama temen juga enak...
kalo ala reality show malesin juga kali. Iya gak?

Hope it works! =D

Elkind : Enam Karakteristik Pemikiran Remaja

Saat anak-anak memasuki masa remaja, salah satu perkembangan yang vital adalah cara berpikir mereka.

Pada saat seperti ini, biasanya orangtua akan memperlakukan anak seperti orang yang-sudah-besar, seperti misalnya saat menasihati anak, orangtua akan berkata: “Kamu sudah besar, bukan anak-anak lagi, bla-bla-bla…” Nah, biasanya remaja merasa “ah, gue-udah-bisa-mikir-sendiri” saat dinasihati orangtua, maka tidak jarang berakhir dengan bentrok antara remaja dengan orangtuanya. Remaja juga cenderung bersikap egois dan semau-gue, serta bertindak seolah mereka adalah pusat dunia.
Ini juga menjelaskan kenapa sering terjadi bentrok antara remaja dengan orangtua. Yang perlu dipahami disini adalah: bagaimana remaja melihat diri dan dunia mereka, bagaimana mereka mengapresiasi sesuatu, kini tidak hanya dipengaruhi oleh orang tua, melainkan juga lingkungan mereka.
Perlu diketahui bahwa bagaimanapun remaja adalah seorang individu yang sudah mulai bisa berpikir secara mandiri, hanya masih perlu diarahkan agar tidak lepas kendali.


Menurut David Elkind, perilaku seperti itu bersumber dari usaha remaja untuk masuk ke pemikiran formal. Saat memasuki masa remaja, seorang individu mengembangkan cara berpikir mereka, yang mengakibatkan perubahan dalam cara mereka mengapresiasi terhadap diri sendiri dan dunia mereka. Dalam proses pengembangan inilah, kadang mereka “tersandung” layaknya proses latihan jalan seorang bayi.

Masih menurut Elkind, pemikiran belum matang ini dapat dimanifestasikan ke dalam setidaknya 6 karakteristik.

Idealisme dan Kekritisan


Impian remaja akan dunia yang ideal. Mereka merasa yakin bahwa mereka lebih mengetahui bagaimana menjalankan dunia ketimbang orang dewasa. Karena itulah mereka sering mengkritik orangtua, yang juga menjelaskan kenapa remaja sering bentrok dengan orangtua.

Contoh:
Remaja sangat reaktif terhadap peraturan sekolah yang kadang-kadang terasa tidak masuk akal. Tetapi karena mereka segan untuk mengkritik guru maupun kepala sekolah (karena jelas resikonya DO), maka mereka melanggar aturan-aturan sekolah yang mereka anggap aneh untuk menunjukkan bahwa “aturan-itu-ga-masuk-akal”, dan bila ke-”gap” oleh guru, mereka siap berdalih dengan seribu alasan.

Argumentativitas

Kenapa sih remaja itu paling bisa deh kalo yang namanya ngeles? Seperti contoh di atas, kalau ke-”gap” guru melanggar peraturan, dan dibawa ke ruang BP untuk diceramahi, pasti ada saja alasan yang dilemparkan remaja untuk membela diri. Tak jarang setelah itu akan ada adu argumen remaja vs guru.

Wajar, karena pada masa ini remaja sering mencari kesempatan untuk mencoba atau menunjukkan kemampuan baru mereka dalam penalaran formal.

Jadi, sebenarnya figur orang dewasa harus bisa lebih memahami perkembangan cara berpikir remaja, bukannya malah marah-marah kebakaran jenggot dalam menghadapi argumen mereka.

Ragu-ragu

Remaja dapat menyimpan berbagai alternatif dalam pikiran mereka, namun tidak mampu memilih mana yang paling efektif. Hal ini disebabkan kurangnya pengalaman remaja dalam menghadapi suatu kondisi.

Contoh:

Dalam menghadapi masalah, remaja dapat berpikir “Oh, aku dapat menyelesaikannya dengan cara: begini-begini-dan-begitu-dan-sebagainya”. Namun pada penerapannya, mereka akan memilih cara yang menurut mereka paling “aman” dan “tidak beresiko”, karena kurangnya pengalaman mereka menghadapi suatu kondisi yang berakar pada masalah yang sama atau mirip.

Menunjukkan sikap hipokrit

Pernah gak merasa “Kok rasanya sikap aku di sekolah ama di rumah beda yah? Di sekolah aku begini, di rumah aku begitu (beda banget maksudnya)…”

Atau contoh lain: ke si anu ngomongnya yang bagus-baguuuuus eh giliran ke si ono ngomongnya… “Ah, gak bagus banget ah, biasa aja, malahan begini-begitu…” (yg dibicarakan adalah hal yang sama, misalnya opini tentang lawan jenis yang tampak keren atau makanan yang enak).

Penyebabnya adalah remaja seringkali tidak menyadari perbedaan antara ekspresi sesuatu yang ideal dengan pengorbanan untuk mewujudkannya.

Oke, contoh dalam kehidupan nyata:
Ani kepada Mimi: “Aih, kerennya Kim Bum! Mukanya itu lho, cute, baby face!” (karena Mimi adalah fansnya Kim Bum).
Kemudian…
Ani kepada Mona: “Kim Bum? biasa aja ah, gak cute-cute amat gitu lho, imutan Lee Min Ho kalo buat gue” (karena Mona gak begitu suka Kim Bum)

Ini juga yang menyebabkan lahirnya fenomena “follower” pada remaja, dimana jenis ini dicontohkan dengan sikap Ani, yang tidak konsisten dalam bicara. “Follower” sendiri dapat diartikan sebagai individu yang tidak konsisten dalam bicara, pendapatnya mudah berubah-ubah sesuai kemauan temannya atau geng tempat ia bergabung atau pendapat mayoritas, dan sulit berinisiatif karena takut jika opininya berbeda dengan pendapat mayoritas lingkungannya ia akan dikucilkan.

Kesadaran Diri

Remaja suka berasumsi kalau pikiran orang lain sama dengan apa yang mereka pikirkan, yaitu: diri mereka sendiri. Contohnya: ketika ada konflik antar teman, seorang remaja dapat berkata: “Kok kamu sekarang begini sih? Aku tahu kamu itu bagaimana, aku sangat paham tentang kamu, makanya bla-bla-bla…” (padahal baru kenal satu semester, misalnya). Dia menganggap lawan bicaranya akan berpikir “Oh, dia sangat mengerti aku, mengapa aku begini ya?”, padahal kenyataannya tidak harus begitu!

Contoh lainnya:
May sedang menyalin mata kuliah di perpustakaan. Tiba-tiba, saking semangatnya menulis, ia menyenggol tempat pensil sampai jatuh dari meja. May merasa sangat malu ketika mengambil tempat pensil itu, mengira orang lain melihatnya dan berbisik-bisik: “idih, tuh cewek ganggu konsen aja sih!”
Padahal, saat tempat pensil itu jatuh, orang lain memang melihatnya, namun kemudian meneruskan kesibukan masing-masing karena sudah melihat bahwa itu hanya tempat pensil jatuh.

Menurut Elkind, kondisi kesadaran diri seperti ini disebut imaginary audience, atau “penonton imajiner”. Seorang remaja merasa ia diperhatikan banyak orang saat melakukan sesuatu yang bagi mereka memalukan. Kondisi ini melekat amat kuat selama masa remaja, namun akan menurun begitu memasuki masa dewasa.

Kekhususan dan Ketangguhan

Mengapa remaja sering sekali melanggar aturan sekolah? seringkali bentrok dengan orangtua hanya gara-gara pulang-terlambat? Ini disebabkan remaja merasa tidak terikat pada peraturan yang berlaku. Mereka yakin bahwa mereka adalah “unik” dan “spesial”. Elkind mengistilahkan ini sebagai personal fable. Menurutnya, bentuk egosentrisme khusus ini mendasari perilaku self-destructive dan beresiko. Personal fable juga berlanjut hingga masa dewasa.

Inilah yang membuat remaja sebagai figur yang di satu sisi “sudah dapat berpikir sendiri”, namun pada saat yang sama juga “belum dapat meng-handle sesuatu dengan baik”.
Bagaimana membuat remaja lebih “terarah” dalam menjalani fase ini? Peran orangtua tetap dibutuhkan, namun hanya sebatas mengawasi dan mengarahkan. Jika remaja tersebut “tergelincir”, janganlah dimarahi, melainkan diarahkan: “kenapa bisa salah?” dan “mari kita pikirkan solusinya bersama”. Ini juga yang menambah nilai plus bagi orangtua yang menerapkan pola pengasuhan demokratis pada anaknya.

Sumber:
Human Development Bagian V – IX (Papalia, Old, Feldman), halaman 561-562
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/10/about-teenagers-mind-by-elkind/

Kisah Raja yang Tiada Mau Berkaca

Ada seorang yang amat sombong

Ia mengira ia adalah sang Raja di kelasnya

Ia tak segan tuk hina yang tak ia suka

Tapi ia tak pernah bergerak sendiri

Saat ia mengatai dan melempari korbannya dengan sampah, ia selalu dibantu temannya

si korban pun bertanya-tanya:

"Mengapa dia tak lakukan saja sendiri, bila ia memang memiliki dendam pribadi?"

Apakah karena ia banci?
Ya, mungkin

Apakah karena ia terlalu kekanakan, karena biasanya cuma anak kecil yang beraninya keroyokan mengerjai perempuan?
Ya, sikapnya jelas menunjukkan itu

Atau apakah ia memang bukanlah pria gentle, karena bahkan ia tak bisa menghormati figur pengganti orang tua yang mengajar di sekolah?
Tampaknya, karena sang Raja lebih suka melecehkan gurunya. Padahal kalau ia tidak bersekolah ia bisa saja mati terhina di jalanan.

Kira2 mengapa sang Raja berbuat begitu?

Apakah... Sang Raja adalah pemuda broken home?

Ya, kemungkinan itu besar sekali. Melihat tingkahnya selama di sekolah, jelas tingkahnya mengindikasikan bahwa ia sedang berusaha agar teman-temannya memperhatikan dirinya

Walaupun itu dilakukan dengan cara kurang ajar, asalkan temannya suka, maka ia akan mengulanginya lagi, bahkan dengan cara yang lebih kurang ajar.

Adakah solusi?

Mudahnya sang Raja memang harus membeli kaca

Pandanglah dalam-dalam bayangannya

dan sang Raja harus berpikir:
"Apakah yang selama ini kulakukan telah mencerminkan sikap seorang pria, ataukah seorang anak kecil?"

bila ia memang seorang pria sejati, ia akan merasa malu pada bayangannya di kaca

dan akan mulai menata dirinya

hingga orang di sekitarnya 'kan memandangnya sebagai seorang pria dewasa